Monthly Archives: November 2009

Faktor Keguguran

Faktor Keguguran

Beberapa Faktor Keguguran:

1. Faktor Genetis

Faktor genesis bertanggungjawab terhadap dua pertiga keguguran yang dialami wanita pada trimester pertama. Pada saat pembuahan, ada kemungkinan gen-gen akan tumpang tindih (50% dari sel telur atau sperma) dan zat-zat penting akan hilang dalam peristiwa ini. Ketika hal ini terjadi, janin tidak akan bisa berkembang dan akan mati. Hal ini akan dideteksi oleh tubuh setelah beberapa minggu  dan biasa disebut keguguran yang tidak diketahui.

2. Embrio Gagal Menempati Rahim dengan Baik

Penyebab ini hanya semata-mata “bad luck” dan tidak ada yang bisa mengatasinya. (Kun Fayakun)

3. Hamil Diluar Rahim

1% dari kehamilan adalah ectopic atau hamil anggur, yang artinya janin berada dalam luar rahim atau sering di tubafalopi. Embrio semacam ini biasanya mati sebelum terditeksi, kalau tidak pertumbuhan akan mengiringi rasa sakit dibagian perut Ibu. Kehamilan seperti ini berbahaya harus diakhiri.

4. Hormon

Wanita dengan jadwal menstruari yang tidak teratur biasanya lebih sulit hamil dan lebih rentan terhadap keguguran. Penyebabnya bersifat hormonal.

5. Masalah Anatomi

Penyeban keguguran yang berikutnya adalah masalah pada anatomi tubuh wanita, seperti bentuk rahin yang tidak lazim yang menyebabkan tidak cukupnya tempat bagi janin untuk tumbuh.

6. Mulut Rahim yang Lemah

Mulut rahim yang lemah juga bisa menyebabkan keguguran pada kehamilan yang sudah besar. Hal ini disebabkan karena berat janin yang menekan kebawah memaksa mulut rahim membuka sebelum waktunya melahirkan.

7. Faktor Imunisasi atau Kekebalan Tubuh

Tubuh anda mungkin memproduksi kekebalan yang masuk melalui plasenta dan menyerang janin. Akibatnya janin tidak bisa bekembang dan mati.

8. Infeksi

Demam pada tubuh dengan suhu tubuh tinggi bisa menyebabkan munculnya kontraksi yang mengakibatkan keguguran pada janin.

9. Perkembangan Janin

Jika janin mengalami lemah secara fisik dan perkembangannya, maka ia tidak akan bisa bertahan hidup.

10. Merokok dan Minum Alkohol

Seseorang yang tidak menyadari dirinya hamil (atau menyadari) dan tetap meroko serta minum alkohol bisa mengakibatkan keguguran pada kehamilannya. Ekspos terhadap bahan-bahan kimia juga harus dihindari untuk mencegah keguguran jenis ini.

11. Usia Ibu

Ibu yang semakin tua usianya semakin beresiko keguguran.

dikutip dari:  www.hanyawanita.com – semoga bermanfaat :)

Doa Saudaraku

Doa Saudaraku

Ya Alloh muliakan saudaraku ini, Ya Alloh mudahkan segala sesuatu yang baik kepada saudaraku ini, Ya Alloh berilah kepercayaan kepada irna andriana taufik dan ervin andriana taufik untuk merawat titipanMU, ijikan sadaraku ini untuk membesarkan, merawat, mendidik, memeluk, dan mencium titipanmu, biarkan lah mereka mendidik anak anak mereka menjadi anak yang soleh dan solehah. semoga doaku ikhlas dan menjadikan kebaikan kepada saudaraku ini. Amin

Special Thanks to Om Apit untuk doanya, semoga dikabul oleh Alloh SWT, Amin

>> Ya Alloh, kabulkanlah doa sodaraku ini dan limpahkanlah selalu ia rezeki yang halal yang Engkau Ridhoi , Lindungilah selalu ia dan keluarganya dari mara bahaya, Amin

Air Ketuban

Air Ketuban

Air ketuban tak bisa dipisahkan dari kehidupan janin. Mengapa?

Ditinjau dari fungsinya, cairan ini sangat penting untuk melindungi pertumbuhan dan perkembangan janin, yaitu; menjadi bantalan untuk melindungi janin terhadap trauma dari luar, menstabilkan perubahan suhu, pertukaran cairan, sarana yang memungkinkan janin bergerak bebas, sampai mengatur tekanan dalam rahim. Tak hanya itu air ketuban juga berfungsi melindungi janin dari infeksi. Air ketuban yang volumenya cukup; tidak berwarna keruh, berfungsi menjamin kecukupan nutrisi dan oksigen untuk si janin. Namun sebaliknya, kelebihan atau kekurangan cairan ketuban akan mengganggu fungsi yang dapat menimbulkan komplikasi pada ibu ataupun janin. Kondisi normal Seiring pertambahan usia kehamilan, aktivitas organ tubuh janin mempengaruhi komposisi cairan ketuban. Jumlah air ketuban tidak terus sama dari minggu ke minggu kehamilan. Jumlah itu pun akan bertambah atau berkurang sesuai perkembangan kehamilan. Saat usia kehamilan 25-26 minggu, jumlahnya rata-rata 239 ml. Lalu meningkat jadi + 984 ml pada usia kehamilan 33-34 minggu dan turun jadi 836 ml saat janin siap lahir.

Faktor penyebab cairan ketubah berkurang

1. Proses menelan. Janin bisa menelan cairan ketuban sebanyak 20 ml per jam atau kurang lebih setengah dari jumlah total cairan ketuban per hari. Tetapi, jumlah cairan yang ditelan ini hampir sebanding dengan produksi urin janin.

2. Ketuban bocor atau pecah.

3. Menurunnya fungsi plasenta akibat kehamilan yang melebihi waktu.

4. Kelainan kongenital (janin) yang berhubungan dengan kelainan sistem saluran kemih, seperti; ginjal tidak berkembang secara normal, atau terjadi penyumbatan saluran kemih.

http://www.conectique.com/tips_solution/pregnancy/during_pregnancy/article.php?article_id=3543