Terapi Gizi Untuk ACA

Standard
 TERAPI GIZI BAGI PENDERITA SINDROM ANTICARDIOLIPIN
 ANTIBODY (ACA)

 Oleh: Andang Gunawan, ahli terapi nutrisi.

 Sampai saat ini memang belum ada data ilmiah yang 100% mendukung peran
 pola makan dan nutrisi pada sindrom anticardiolipin antibody (ACA) dan
 antiphospholipid antibody (APS). Meskipun secara medis hubungan antra
 malnutrisi dengan rendahnya sistem kekebalan (imunitas) tubuh sudah lama
 diketahui.

 SISTEM KEKEBALAN TUBUH.

 Sistem kekebalan tubuh merupakan suatu jaringan rumit yang meliputi sel-sel, 
 jaringan-jaringan, organ-organ dan zat-zat kimia khusus. 
 Kelenjar getah bening, limpa kecil, sumsum tulang belkang,
 kelenjar timus dan tonsil sangat berperan dalam sistem ini seperti
 halnya limfosit (sel-sel drah putih khusus), antibodi dan interferon. 

 Pada kondisi tubuh normal, antibodi merupakan protein yang
 dibuat oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan zat-zat yang dianggap
 asing oleh tubuh kita. Biasanya bakteri atau virus.
 Namun oleh suatu sebab, sistem kekebalan tidak mengenali sel-sel
 tubuhnya snediri. Pada sindrom APS, tubuh menganggap phospholipids 
 bagian dari sel membran) sebagai sel-sel asing, sehingga tubuh memproduksi
 antibodi untuk menyerang sel-sel tersebut Gejala APS umum tejradi
 pada darah penderita penyakit lupus. Tetapi pengidap APS tidak selalu
 penderita lupus. Lupus yang disertai anti pembekuan darah/lupus
 coanticoagulant (LAC) dan anticardiolipin antibody (ACA) merupakan sindrom APS
 yang banyak dihubungkan dengan keguguran kandungan berulang.

 EFEK SAMPING.

 Karena gejalanya menyerupai penyakit lupus dan disertai peristiwa
 penggumpalan darah, pengobatan ACA kebanyakan hampir sama dengan
 pengobatan penyakit lupus. Umumnya yang digunakan adalah obat-obat
 pengencer darah seperti heparin, aspirin/aspilet (aspirin untuk
 anak-anak), ticlid dan warfarin (coumadin). Secara medis, penggunaan
 obat-obatan terserbut sudah diperhitungkan aman. Namun berdasarkan
 informasi pada indeks obat-obatan farmasi, obat-obatan tersebut memiliki
 efek samping yang kiranya perlu diketahui dan didiskusikan lebih dahulu
 bersama pasien.

 Heparin dapat membatasi kemampuan tubuh mengaktifkan vitamin
 D dan menyebabkan defisiensi kalium dan kalsium. Penggunaan heparin
 dalam jangka panjang dapat menyebabkan hiperkalemia (kelebihan kalium
 dalam darah) dan pengeroposan tulang.

 Aspirin atau aspilet dapat menyebabkan tubuh kekurangan asam
 folat, mineral besi dan seng, vitamin C dan vitamin E.
 Kekurangan zat-zat gini ini antara lain menimbulkan nyeri otot,
 pendarahan pada usus dan anemia; Ticlid (Ticlopidine) dapat
 menyebabkan mual atau nyeri lambung. Sedangkan Warfarin (Coumadin) menyebabkan
 defisiensi mineral besi, magnesium dan seng, juga vitamin C, D, E, K dan
 coenzyme Q10.

 Sayangnya, tambahan suplemen gizi tidak bisa diberikan
 begitu saja kepada pasien yang sedang menggunakan obat-obatan tersebut.
 Karena beberapa jenis zat gizi seperti vitamin C, D, dan E justru
 meningkatkan aktifitas zat anti penggumpalan darah (semakin mengencerkan
 darah) dan sebaliknya vitamin K meningkatkan proses penggumpalan darah.
 Beberapa jenis herba dan zat pada makanan seperti jahe, ginko biloba,
 cengkih, ginseng, bawah putih, tangkui, jamur danshen, papain (papaya),
 juga dapat berinteraksi negatif dengan obat-obatan tersebut. Oleh sebab
 itu pasien sebaiknya juga ditangani oleh dokter yang menguasai terapi nutrisi.

 MANFAAT TERAPI NUTRISI

 Oleh karena pembentukan dan aktivitas sistem kekebalan tubuh sangat
 bergantung pada kecukupan protein serta sejumlah vitamin dan mineral
 spesifik - seperti vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, vitamin
 E, selenium, seng (zinc), tembaga (cooper) dan besi (iron), tujuan
 terapi nutrisi lebih dikonsentrasikan pada perbaikan sistem kekebalan
 tubuh secara umum dengan cara:

 1. Menggunakan suplemen gizi yang kerjanya menyerupai obat-obat
 pengencer darah namun efek samping maupun resikonya lebih kecil.
 2. Memperbaiki keseimbangan asam basa tubuh denganpola makan yang
 lebih alami. Salah satu penyebab terjadinya penggumpalan darah adalah
 kondisi asidosis (keasaman berlebihan) pada darah dan jaringan/organ
 tubuh. Penyebab asidosis dapat disebabkan oleh pola makanan yang
 berlebihan protein hewani, karbohidrat olahan, lemak jenuh dan zat
 aditif kimia, tetapi sangat kurang makanan segar dan alami seperti
 buah2an dan sayur-sayuran.

 KALAU KURANG MAKANAN SEGAR

 Kita sering merasa cukup mengkonsumsi sayuran segar.
 Namun kita mungkin tidak tahu bahwa proses pemasakan sayuran bisa
 berakibat rusaknya zat-zat penting pada makanan seperti vitamin, mineral,
 enzim dan sebagainya. Padahal enzim dari makanan sangat membantu
 meringankan beban enzim tubuh. Sistem kekebalan tubuh akan memperlakukan
 setiap makanan yang tidak mengandu ngenzim sebagai zat asing (baca:
 penyakit) dengan memproduksi sel-sel darah putih (leukosit). Semakin
 banyak makanan tanpa enzim yang masuk, tubuh semakin banyak memperoduksi
 darah putih. Dan apabila jumlahnya sudah melebihi keseimbangan yang
 dibutuhkan, tubuh justru dapat berbalik menyerang sistem kekebalan itu
 sendiri (leukositosis). Tidak mustahil, dnegan kondisi pola
 makan yang seperti ini, maka lambat laun fungsi pankreas akan sangat
 terbebani.

 Gangguan fungsi pankreas menyebabkan: 
 (1) gangguan keseimbangan asam basa 
 (2) infeksi usus 
 (3) defisiensi enzim-enzim pencerna makanan 
 (4) pencernaan makanan menjadi tidak sempurna/buruk dan
 (5) sirkulasi makanan yang tidak tercerna dalam aliran
 darah Gangguan ini selanjutnya akan menyebabkan penyerapan makanan
 tidak optimal dan meningkatkan kepekaan tubuh terhadap paparan racun
 dari makanan yang tidak tercerna, kimia dan mikroorganisme penyakit.

 Sirkulasi makanan yang tidak tercerna secara sempurna
 dalam darah dapat memicu reaksi peradangan pada berbagai
 jaringan dan organ, atau meningkatkan kepekaan terhadap makanan dan
 zat-zat kimia pemicu alergi. Peradangan/infeksi keracunan seperti ini
 menyebabkan biokimia sistem tubuh semakin kekurangan nutrisi. Jika
 berlanjut, pada akhirnya akan terjadi penurunan produksi sistem kekebalan tubuh
 yang mengundang lebih banyak lagi penyakit dan penyimpangan perilaku
 sel-sel tubuh.

 TIP-TIP POLA MAKAN SEDERHANA BAGI PASIEN ACA/APS.

 (Khususnya bagi wanita yang sedang hamil agar kebutuhan gizi untuk
 dirinya sendiri dan bayi dalam kandungannya terpenuhi).

 1. Lebih banyak mengkonsumsi makanan segar dan alami seperti buah
 dan sayuran.

 2. Cuci buah/sayuran dengan air yang dicampur beberapa tetes cairan
 khusus pencuci buah dan sayuran (bukan sabun pencuci piring merek
 tertentu) atau dua sendok cuka apel untuk mengurangi efek pestisida.
 Untuk mematikan ulat/telur cacing pada sayuran, cukup direndam dalam
 larutan air garam.

 3. Beli buah dan sayuran segar secukupnya saja, setiap dua atau
 tiga hari sekali karena tidak bisa disimpan lama.

 4. Kalau tidak terpaksa hindari makanan yang dipanaskan berulang
 kali (termasuk makanan yang dihidangkan prasmanan dan
 fastfood). Makanan fastfood umumnya juga kurang zat besi, kalsium, seng,
 kromium, vitamin - B6 dan asam lemak esensial.

 5. Pilih sumber protein hewani yang rendah lemak (ayam
 kampung/telur/ikan/kedelai); karbohidrat kompleks dan alami (beras
 merah, kacang hijau dsb); lemak tak jenuh dan rendah kolesterol (minyak
 zaitun, minyak jagung, minyak biji bunga matahari dsb).

 6. Bawa camilan yang gizinya berkualitas untuk diperjalanan (misal
 buah segar, selada atau roti tawar wholegrain isi sayuran segar).

 7. Hindari makanan yang diproses atau makanan instant.
 Makanan ini biasanya tinggi lemak, gula atau garam, selain tinggi
 zat-zat aditif kimia. Termasuk susu/makanan supleman untuk ibu hamil.

 8. Hindari semua bentuk junk food termasuk gula-gula,
 permen cokelat, es krim, roti manis, biscuit, cake dsb. Kalau
 tetap menginginkan makan sedikit dan sekali-kali saja.

 9. Ganti susu sapi dengan susu kedelai. 
 Susu kedelai, buah dan sayuran segar akan meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI.

 10. Jenis makanan harus bervariasi dan dikonsumsi bergantian
 (rotasi) untuk menghindarkan alergi.

 Pola makan sehari-hari seperti ini cukup memasok vitamin A, vitamin B6,
 vitamin C, vitamin D, vitamin E, selenium, seng, tembaga dan besi yang
 dibutuhkan untuk pembentukan sistem kekebalan tubuh.
 Juga memenuhi kebutuhan kalium, kalsium, magnesium dsb, yang
 diperlukan oleh fungsi-fungsi tubuh lainnya termasuk menjaga
 keseimbangan asam basa tubuh (mencegah kondisi asidosis yang dapat
 mempengaruhi penggumpalan darah).

 Pada kasus Tiarlin, terapi awal yang diberikan hanya
 perbaikan pola makan (dengan pola makan Food Combining) dan suplemen
 gizi pengganti obat pengencer darah seperti vitamin E
 dan minyak biji rami/flax seed oil (untuk asam lemak omega- 3 dan
 Omega - 6) karena ia tidak tahan lagi terhadap efek samping obat-obatan
 yang selalu menyebabkan perutnya mual dan makanan dimuntahkan.
 Selain mendapat kepastian hamil, baru ditambahkan suplemen gizi lain
 seperti vitamin B kompleks, vitamin B6, kalsium, magnesium, seng, besi
 dan asam folat.
 Teteapi penekanan terapi teteap pada makanan dan pola
 makan. Karena bagaimanapun suppleman hanya untuk menambah masukan
 gizi dan tidak dapat menggantikan peran zat-zat gizi alami pada makanan
 jika dikonsumsi tersendiri. Menurut pengakuan Tiarlin sendiri, atas
 kemauannya sendiri dan tanpa sepengetahuan dokter kandungannya, ia nekad
 menghentikan pemakaian obat-obatan yang diresepkan dokter karena
 merasa lebih baik dengan terapi nutrisi. Meskipun kondisi Tiarlin dan
 bayinya ternyata luar biasa baiknya, bagi pasien dnegan masalah seperti
 ini, jika ingin memutuskan menggunakan obat-obatan atau tidak,
 sebaiknya tetap dikonsultasikan bersama-sama dengan tim dokter dan
 ahli gzi yang merawatnya.

 dikutip dr: www.mail-archive.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s